Cinta adalah dorongan yang lebih kuat daripada apapun. Cinta tidak kasat mata-tidak dapat dilihat atau diukur tetapi cukup kuat untuk mengubah Anda dalam sekejap, dan menawarkan kepada Anda lebih banyak kebahagiaan daripada benda apapun yang mungkin dapat Anda miliki.
Berikut 4 Tips dalam mencari Pasangan:
- Pertama-tama kasihilah dirimu sendiri
Frenz, gak ada orang yang berhasil mengasihi orang lain, jika ia tidak bisa mengasihi dirinya sendiri terlebih dahulu. Gimana kita bisa mengasihi pasangan alias do’i, kalau kita aja selalu merasa diri kita kurang ini, kurang itu, gak pantas idup, dll. Ingatlah bahwa kita berharga di mata Tuhan.
2. Konsultasi sama God
Kalo kamu udah ketemu orang yang kamu taksir, konsultasikan dengan God. Tau kan caranya???? Yup! Juast pray... and He will answer. Apakah kamu ‘en do’i sudah memenuhi kriteria-Nya. Tapi kamu kudu cari-cari informasi juga sih, misalnya melalui temen-temennya, jangan sampe orang yang kamu taksir ternyata..... oh ternyata sudah punya pacar. Berabe kan????!!!!
3. Cari pasangan yang seimbang
Mungkin ini sudah sering di denger dalam khotbah-khotbah, tapi mungkin yang paling sering dilanggar sama anak muda jaman sekarang. Dengan beribu alasan, kita mungkin berkata, “ah.. namanya juga masih muda. Ya gakpapa kalo ‘jalan bareng’ sama pasangan gak seiman. Masa pacaran kan masa coba-coba”. Padahal masa pacaran adalah masa persiapan menuju masa yang lebih serius. Frens, jangan sia-siakan hidupmu dengan coba-coba pacaran dengan pasangan yang tidak seiman en kemudian menikah! Supaya nasi tidak keburu menjadi bubur, ingatlah... FirTu dengan jelas mengatakan bahwa yang hitam tidak bisa bersatu dengan yang putih. So, just keep your track based on His rules.
4. Cari pasangan yang sepadan
Nah, yang dimaksud pasangan yang sepadan disini bukan masalah berat badan, tinggi, ganteng or cantiknya si do’i saja. Pasangan sepadan = cowok + cewek. Frens, bukan si Romeo atau si Tom yang diciptakan sebagai pasangan adam. Masih ingat? Hawalah yang diciptakan Tuhan sebagai pasangan yang sepadan bagi Adam. Jangan mengikuti arus dunia yang mengajarkan bahwa tidak ada salahnya jika si Tom & si Romeo pacaran. Kalau menurut kita sih.... idih... amit-amit deh!!! (Coba bayangkan, kalo terjadi pernikahan antara cowok A dengan cowok B, trus adopsi anak, trus si anak panggil si cowok A “mami”, dan cowok B “papi”??##@?? jangan sampe deh!!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar