Rabu, 23 Juli 2008

Papa sedang mengemudi...


Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .


"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana ?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana ?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman.."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya. "


Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanya annya lagi.

"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."


Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanya an dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke ¡Jerman' tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana , kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman.

Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?

Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah 'Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

Senin, 21 Juli 2008

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah Kasih (1kor 13:13)

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar!”. Oh, kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menungggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang Istri menceritakan semua kejadian tadi. Sang Suami, awalnya binggung dengann kejadian ini, lalu ia berkata kepada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tidak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa?” tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu pria berjenggot lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan kekayaan.”

Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundng si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih Sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih Sayang.”

Suami istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka, “Baiklah, ajak masuk si Kasih Sayang ini ke dalam. Dan malam ini, si Kasih Sayang menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada tiga pria itu. “Siapa diantara anda yang bernama Kasih Sayang? Ayo, silakan masuk, anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih Sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho... ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada Si Kekayaan dan Si Kesuksesan, “Aku hanya mengundang si Kasih Sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?” Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan, “Kalau anda mengundang Si Kekayaan, atau Si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih Sayang, maka kemanapun Kasih Sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada kasih sayang, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih Sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Pesan Moral :

Apa yang menjadi prioritas utama dalam hidupmu? Kalau kekayaan dan kesuksesan yang menjadi prioritas, maka hidup kita akan terasa sangat menjemukan, hidup kita akan seperti rutinitas dan bahkan kita tidak akan menikmati hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan.

Kekayaan tidak menjamin hidup bahagia. Anda mungkin dapat membeli ranjang yang paling mahal, tetapi bukan tidur yang nyenyak.

Kalau ada kasih yang mengalir dalam hidupmu dan keluargamu. Maka akan ada sukacita dan semangat baru. Oleh sebab itu, kekayaan dan kesuksesan bukan menjadi suatu hal yang sulit untuk diraih.

Minggu, 20 Juli 2008

Tips Dalam Mencari Pasangan

Cinta adalah dorongan yang lebih kuat daripada apapun. Cinta tidak kasat mata-tidak dapat dilihat atau diukur tetapi cukup kuat untuk mengubah Anda dalam sekejap, dan menawarkan kepada Anda lebih banyak kebahagiaan daripada benda apapun yang mungkin dapat Anda miliki.

Berikut 4 Tips dalam mencari Pasangan:

  1. Pertama-tama kasihilah dirimu sendiri

Frenz, gak ada orang yang berhasil mengasihi orang lain, jika ia tidak bisa mengasihi dirinya sendiri terlebih dahulu. Gimana kita bisa mengasihi pasangan alias do’i, kalau kita aja selalu merasa diri kita kurang ini, kurang itu, gak pantas idup, dll. Ingatlah bahwa kita berharga di mata Tuhan.

2. Konsultasi sama God

Kalo kamu udah ketemu orang yang kamu taksir, konsultasikan dengan God. Tau kan caranya???? Yup! Juast pray... and He will answer. Apakah kamu ‘en do’i sudah memenuhi kriteria-Nya. Tapi kamu kudu cari-cari informasi juga sih, misalnya melalui temen-temennya, jangan sampe orang yang kamu taksir ternyata..... oh ternyata sudah punya pacar. Berabe kan????!!!!

3. Cari pasangan yang seimbang

Mungkin ini sudah sering di denger dalam khotbah-khotbah, tapi mungkin yang paling sering dilanggar sama anak muda jaman sekarang. Dengan beribu alasan, kita mungkin berkata, “ah.. namanya juga masih muda. Ya gakpapa kalo ‘jalan bareng’ sama pasangan gak seiman. Masa pacaran kan masa coba-coba”. Padahal masa pacaran adalah masa persiapan menuju masa yang lebih serius. Frens, jangan sia-siakan hidupmu dengan coba-coba pacaran dengan pasangan yang tidak seiman en kemudian menikah! Supaya nasi tidak keburu menjadi bubur, ingatlah... FirTu dengan jelas mengatakan bahwa yang hitam tidak bisa bersatu dengan yang putih. So, just keep your track based on His rules.

4. Cari pasangan yang sepadan

Nah, yang dimaksud pasangan yang sepadan disini bukan masalah berat badan, tinggi, ganteng or cantiknya si do’i saja. Pasangan sepadan = cowok + cewek. Frens, bukan si Romeo atau si Tom yang diciptakan sebagai pasangan adam. Masih ingat? Hawalah yang diciptakan Tuhan sebagai pasangan yang sepadan bagi Adam. Jangan mengikuti arus dunia yang mengajarkan bahwa tidak ada salahnya jika si Tom & si Romeo pacaran. Kalau menurut kita sih.... idih... amit-amit deh!!! (Coba bayangkan, kalo terjadi pernikahan antara cowok A dengan cowok B, trus adopsi anak, trus si anak panggil si cowok A “mami”, dan cowok B “papi”??##@?? jangan sampe deh!!)

Kamis, 17 Juli 2008

Tips Agar Tidak tertidur di Gereja

  • Pakai alarm anti ngantuk yang biasa dipakai oleh supir-supir jarak jauh yang dipasang d telinga. Jika kepala mulai doyong, maka alarm akan berbunyi.
  • Cari target orang lain yang juga suka ngantuk dan tertidur. Perhatikan semua gerakannya, maka anda akan tersenyum-senyum sendiri ketika melihat kepalanya terantuk-antuk.
  • Janji pada diri sendiri, kalu saya melenggut (terkantuk) sekali, maka saya akan menambah kolekte Rp. 100.000.-. Dua kali Melenggut, nambah Rp. 200.000.-dst. Biasanya untuk orang Indoensia, jika sesuatu dikonversikan dalam bentuk angka, akan menjadi lebih bermakna dan membuka mata.
  • Untuk cara yang lebih murah, bilang pada orangyang duduk di sebelah anda, "Tolong colek saya kalau saya tertidur, sekali colek saya kasih anda Rp. 10.000.-"
  • Begitu anda sudah duduk, pasang sensor infra-red disekitar anda.
sumber : mansor agustus 2007

Tips menjalani hidup...

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.

Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda,
keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri.
Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur
kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.


2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan

Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar
dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda,
buka mata Anda, tersenyumlah dan
pikirkanlah bahwa suatu saat nanti
Anda akan bersyukur
atas semua yang terjadi pada saat ini.


3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh

bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh
dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali.
Selalu berpikir positif dan
lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

'Semakin banyak
Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki,
maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.'

TUHAN ITU ADA!!! but....

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!

Minggu, 13 Juli 2008

WhAt EvEr U dO, gIvE thE bEst!!!

Di Yeremia 29:7 : "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu". Kita secara individu maupun korpolat sudah diberikan destiny masing2...

Bagaimana untuk menjaga supaya kita tetap berada dalam lintasan menuju destiny kita??
Menurut Amsal 16:3 :

1) Commit to the Lord
Daniel 11:31 bicara soal nubuat akhir zaman. Tempat kudus bicara soal tubuh kita yaitu bait Tuhan.
Di Roma 12:11 disana dikatakan biarlah roh mu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Ada orang yang merasa ingin terlibat dalam pelayanan supaya apinya tetap menyala tetapi dari ayat ini kita bisa melihat kita harus menyalakan roh kita dulu baru melayani Tuhan, bukan melayani Tuhan dulu baru api kita menyala!
Commit to the Lord ini bicara soal keintiman dalam kehidupan firman Tuhan. Firman bicara soal kehidupan, karna firman itu adalah hidup!(Yoh 1: 1).
Di Roma 10:17 dan Roma 14:23 dari sana kita dapat simpulkan :
iman berasal dari firman Tuhan.(Roma 10:17)
Kalau ga punya iman = Dosa.(Roma 14:23)
jadi kalau ga punya Firman Tuhan = berdosa...
Firman adalah janji Tuhan, makanya alkitab disebut kitab perjanjian. Janji Tuhan menyentuh kita pribadi demi pribadi.

2) WhAt EvEr u dO
"Lakukan apa yang harus kamu lakukan!". Kita sudah disiapkan lintasan kita masing-masing dan kita uda disiapkan mobil formula masing-masing. Tapi keputusan ada pada kita, apakah kita mau berjalan menuju mobil itu dan mengemudikannya menuju destiny kita! Tapi kalau kita tidak melangkah menuju mobil tersebut maka kita tidak akan bisa mencapai tujuan kita..
Iman tanpa perbuatan adalah kosong dan perbuatan tanpa iman adalah dosa (ibrani 11:1)
"Don't quit n never give up!!".

3) Your plan will succeed
Apa yang kamu rencanakan buat kehidupanmu, buat studimu, buat keluargamu dan buat masa depanmu, Rencanakanlah dan siapkanlah smuanya itu!! Kalau tidak kamu tidak akan mendapat apa-apa.


Nah, smua diatas itu cuma intinya saja....saya rasa itu yang gw dapat dari kebaktian tadi, mungkin setelah anda membaca itu anda mendapatkan sesuatu, silahkan tulis di comment y...

I think that's all..
Happie Sunday...
GBU all..


d'bridge 13-07-2008
by : ko frans
 

Christian Music Lyrics | Christian Gospel Song